Rabu, 26 November 2014

Adab Pada Hari Jumat Sesuai Sunnah Nabi

Hari Jumat adalah hari yang mulia,
dan kaum muslimin di seluruh
penjuru dunia memuliakannya.
Keutamaan yang besar tersebut
menuntut umat Islam untuk
mempelajari petunjuk Rasulullah
dan sahabatnya, bagaimana
seharusnya msenyambut hari
tersebut agar amal kita tidak sia-sia
dan mendapatkan pahala dari Allah
ta’ala. Berikut ini beberapa adab
yang harus diperhatikan bagi setiap
muslim yang ingin menghidupkan
syariat Nabi shallallahu ‘alaihi wa
sallam pada hari Jumat.
1.

Memperbanyak Sholawat Nabi
Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa
sallam bersabda yang artinya,
“Sesungguhnya hari yang paling
utama bagi kalian adalah hari
Jumat, maka perbanyaklah
sholawat kepadaku di dalamnya,
karena sholawat kalian akan
ditunjukkan kepadaku, para
sahabat berkata: ‘Bagaimana
ditunjukkan kepadamu
sedangkan engkau telah menjadi
tanah?’ Nabi bersabda:
‘Sesungguhnya Allah
mengharamkan bumi untuk
memakan jasad para
Nabi.” (Shohih. HR. Abu Dawud,
Ibnu Majah, An-Nasa’i)
2. Mandi Jumat
Mandi pada hari Jumat wajib
hukumnya bagi setiap muslim yang
balig berdasarkan hadits Abu Sa’id
Al Khudri, di mana Rasulullah
bersabda yang artinya, “Mandi
pada hari Jumat adalah wajib
bagi setiap orang yang
baligh.” (HR. Bukhori dan Muslim).
Mandi Jumat ini diwajibkan bagi
setiap muslim pria yang telah
baligh, tetapi tidak wajib bagi anak-
anak, wanita, orang sakit dan
musafir. Sedangkan waktunya
adalah sebelum berangkat sholat
Jumat. Adapun tata cara mandi
Jumat ini seperti halnya mandi
janabah biasa. Rasulullah bersabda
yang artinya, “Barang siapa mandi
Jumat seperti mandi
janabah.” (HR. Bukhari dan
Muslim)
3. Menggunakan Minyak Wangi
Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam
bersabda yang artinya, “Barang
siapa mandi pada hari Jumat dan
bersuci semampunya, lalu
memakai minyak rambut atau
minyak wangi kemudian
berangkat ke masjid dan tidak
memisahkan antara dua orang,
lalu sholat sesuai yang
ditentukan baginya dan ketika
imam memulai khotbah, ia diam
dan mendengarkannya maka
akan diampuni dosanya mulai
Jumat ini sampai Jumat
berikutnya.” (HR. Bukhari dan
Muslim)
4. Bersegera Untuk Berangkat ke
Masjid
Anas bin Malik berkata, “Kami
berpagi-pagi menuju sholat
Jumat dan tidur siang setelah
sholat Jumat.” (HR. Bukhari). Al
Hafidz Ibnu Hajar berkata, “Makna
hadits ini yaitu para sahabat
memulai sholat Jumat pada awal
waktu sebelum mereka tidur
siang, berbeda dengan kebiasaan
mereka pada sholat zuhur ketika
panas, sesungguhnya para
sahabat tidur terlebih dahulu,
kemudian sholat ketika matahari
telah rendah panasnya.” (Lihat
Fathul Bari II/388)
5. Sholat Sunnah Ketika
Menunggu Imam atau Khatib
Abu Huroiroh radhiallahu ‘anhu
menuturkan bahwa Nabi
Muhammad shallallahu ‘alaihi wa
sallam bersabda, “Barang siapa
mandi kemudian datang untuk
sholat Jumat, lalu ia sholat
semampunya dan dia diam
mendengarkan khotbah hingga
selesai, kemudian sholat
bersama imam maka akan
diampuni dosanya mulai jum’at
ini sampai jum’at berikutnya
ditambah tiga hari.” (HR. Muslim)
6. Tidak Duduk dengan Memeluk
Lutut Ketika Khatib Berkhotbah
“Sahl bin Mu’ad bin Anas
mengatakan bahwa Rasulullah
melarang Al Habwah (duduk
sambil memegang lutut) pada
saat sholat Jumat ketika imam
sedang berkhotbah.” (Hasan. HR.
Abu Dawud, Tirmidzi)
7. Sholat Sunnah Setelah Sholat
Jumat
Rasulullah bersabda yang artinya,
“Apabila kalian telah selesai
mengerjakan sholat Jumat, maka
sholatlah empat rakaat.” Amr
menambahkan dalam riwayatnya
dari jalan Ibnu Idris, bahwa Suhail
berkata, “Apabila engkau tergesa-
gesa karena sesuatu, maka
sholatlah dua rakaat di masjid
dan dua rakaat apabila engkau
pulang.” (HR. Muslim, Tirmidzi)
8. Membaca Surat Al Kahfi
Nabi bersabda yang artinya,
“Barang siapa yang membaca
surat Al Kahfi pada hari Jumat
maka Allah akan meneranginya
di antara dua Jumat.” (HR. Imam
Hakim dalam Mustadrok, dan
beliau menshahihkannya)
Demikianlah sekelumit etika yang
seharusnya diperhatikan bagi setiap
muslim yang hendak menghidupkan
ajaran Nabi Muhammad
shallallahu ‘alaihi wa sallam
ketika di hari Jumat. Semoga kita
menjadi hamba-Nya yang
senantiasa di atas sunnah Nabi-Nya
dan selalu istiqomah di atas jalan-
Nya.

sumber di sini

0 komentar:

Posting Komentar